Headlines News :
Home » » Doa Diselamatkan dari Pemimpin Kafir (Agar Tidak Dipimpin Orang Non Muslim)

Doa Diselamatkan dari Pemimpin Kafir (Agar Tidak Dipimpin Orang Non Muslim)

Written By Ayok dicoba on Friday, November 11, 2016 | 11:58 PM



Doa Diselamatkan dari Pemimpin Kafir (Agar Tidak Dipimpin Orang Non Muslim)




"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Mumtahanah : 5)
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Sangat lengkap Al-Qur'an dalam mengharamkan pemimpin kafir atas kaum muslimin. Tidak hanya mengharamkan memilih dan mendukung pemimpin kafir dengan larangan, Al-Qur'an juga mengabadikan doa agar tidak dipimpin orang kafir.
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Mumtahanah : 5)
Doa tersebut, seperti disebutkan Imam Ibnu Jarir al-Thabari di tafsirnya, adalah doa Khalilullah Ibrahim dan para pengikutnya. Kemudian beliau jelaskan maksudnya,
يا ربَّنا لا تجعلنا فتنة للذين كفروا بك فجحدوا وحدانيتك، وعبدوا غيرك، بأن تسلطهم علينا، فيروا أنهم على حقّ، وأنا على باطل، فتجعلنا بذلك فتنة لهم.
Wahai Tuhan kami, janganleh Engkau jadikan kami sasaran fitnah orang-orang kafir terhadap-Mu, lalu mereka menentang keesaan-Mu, dan menyembah selain-Mu, dengan Engkau jadikan mereka berkuasa atas kami, sehingga mereka menilai diri mereka di atas kebenaran dan menilai kami di atas kebatilan, berarti dengan itu Engkau telah jadikan kami sasaran fitnah mereka.”
Al-Imam Ibnu Katsir menukil pendapat Qatadah Rahimahullah, “Janganlah Engkau (Ya Allah,-pent) menangkan mereka atas kami sehingga menimpakan fitnah dengan kemenangan itu; karena dengan kemenangan itu mereka merasa yang benar.”
Mufassir Syihabuddin Al-Alusi di tafsirnya Ruuh al-Ma’ani,  menjelaskan maksud ayat di atas, “janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami sehingga mereka mencaci dan menyiksa kami.” Beliau lanjutkan, “seolah-olah dikatakan: waha Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami disiksa oleh orang-orang kafir.”
Beliau nukil perkataan Mujahid, “Maksudnya: janganlah Engkau siksa kami dengan tangan-tangan mereka, atau dengan adzab dari sisi-Mu sehingga mereka merasa berada di atas kebenaran sedangkan kami berada di atas kebatilan, sehingga meraka menimpakan fitnah kepada kami dengan sebab itu..”
Dari pendapat sejumlah mufassirin, doa atas mengandung makna agar Allah tidak jadikan orang kafir menguasai kaum musimin. Mereka tidak berada di bawa kekuasaan orang kafir sehingga mereka terfitnah agamanya. Maka jelas, doa ini salah satu usaha untuk menghindarkan kita –kaum muslimin- dari kepemimpinan dan kekuasaan orang kafir.
Dosa Sebab Kehinaan
Kaum kuffar tak akan pernah berhenti timpakan fitnah atas kaum muslimin, berkaitan dien maupun dunianya. Namun, makar mereka tak akan mempan jika Allah tak izinkan. Karena segala sesuatu terjadi di muka bumi dengan izin, kehendak, dan takdir-Nya. Lalu apa yang menyebabkan makar mereka sukses?
Suksesnya makar kuffar bukan karena mereka lebih hebat dari Allah Ta’ala. Rabb kita, Allah Jalla Jalaaluh pencipta alam semesta dan menguasai-Nya. Alam raya tunduk kepada perintah-Nya. Dzat Maha kuat dan perkasa; tak ada sesuatu yang bisa melemahkan-Nya.
Suksesnya kuffar menguasai negeri kaum muslimin dan menjajah mereka karena sebab dosa-dosa mereka. Maka di dalam doa tersebut, setelah minta kepada Allah agar tidak dikuasai atau tidak dipimpin orang kafir yang akan menimpakan fitnah atas mereka, meminta ampun kepada Allah dari dosa-dosa yang menjadi sebab Allah membiarkan kekalahan kita.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di Rahimahullah berkata tentang maksud dosa di atas,
لا تسلطهم علينا بذنوبنا، فيفتنونا، ويمنعونا مما يقدرون عليه من أمور الإيمان، ويفتنون أيضا بأنفسهم، فإنهم إذا رأوا لهم الغلبة، ظنوا أنهم على الحق وأنا على الباطل، فازدادوا كفرا وطغيانا
Janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami karena sebab dosa-dosa kami, lalu mereka menimpakan fitnah terhadap kami dan melarang kami melaksanakan perintah keimanan dari yang mereka kuasai. Juga, mereka menimpakan fitnah kepada kami dengan diri mereka, karena apabila mereka menyaksikan kemenangan mereka, pasti mereka menyangka diri mereka berada di atas kebenaran sedangkan saya berada di atas kebatilan, sehingga mereka bertambah kafir dan melampaui batas.”
Kemudian doa di atas ditutup dengan menyebut 2 nama Allah yang Maha Indah,  al-‘Aziz dan al-Hakim. Syaikh Sa’di menjelaskan, Al-Aziz, adalah yang perkasa atas segala sesuatu. Al-Hakim adalah yang meletakkan sesuatu pada tempatnya. Maka dengan keperkasaan dan hikmah-Mu, tolonglah kami atas musuh-musuh kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan perbaiki kekurangan-kekurangan kami.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ayokdicoba.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger