Headlines News :
Home » » Inilah Empat Macam Golongan Manusia, Masuk Yang Manakah Kita?

Inilah Empat Macam Golongan Manusia, Masuk Yang Manakah Kita?

Written By Ayok dicoba on Monday, November 14, 2016 | 6:58 PM


Inilah Empat Macam Golongan Manusia, Masuk Yang Manakah Kita?



Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Empat Macam Golongan Manusia

Marilah kita bersama-sama berusaha menilai dan menengok kondisi kehidupan ruhaniah kita bersama. Sesungguhnya kondisi ruhaniyah ini sangat berpengaruh pada kinerja lahiriah kita semua. Ini adalah hukum umum yang terjadi pada jamaknya manusia. Tidak peduli dia seorang menteri ataupun kuli, anggota dewan kehormatan maupun anggota perserikatan. Sungguh ini sangat berpengaruh, semoga kita semua diberikan petunjuk menuju jalan yang diridhai-Nya amien.

Lantas bagaimanakah cara kita mengkondisikan dunia batiniah kita yang berada di dalam serta menghubungkannya dengan aktifitas keseharian lahiriah?

Dalam nasehatnya, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani seolah menumpukan kondisi ini pada tiga hal; hati, lisan dan karya. Kondisi hati harus senantiasa hidup dan aktif, sedangkan kondisi lisan sebaiknya selalu pasif dan mati, sedangkan badan harus selalu berkarya dan berkreasi.

Dalam salah satu wasiatnya sebagaimana dinukil oleh Syikh Nawawi Al-Bantani dalam Nashaihul Ibad, Sayyidul Auliya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani pernah berpendapat bahwa golongan manusia menurut tipe-nya dapat dibagi dalam empat golongan besar:

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Empat Macam Golongan Manusia

Glongan Manusia Pertama,
رَجُلٌ لاَ لِسَانَ لَهُ وَلاَ قَلْبَ وَهُوَ العَاصِى
yaitu golongan manusia yang tidak berlidah dan tidak berhati, merekalah para pendurhaka kepada Allah. Maka janganlah kita sampai termasuk golongan seperti mereka, apalagi berteman dengannya. Karena merekalah penghuni sah neraka.

Glongan Manusia Kedua,
رَجُلٌ لَهُ لِسَانٌ بِلاَ قَلْبٍ فَيَنْطِقُ بِالْحِكْمَةِ وَلَايَعْمَلُ بِهَا يَدْعٌو النَّاسَ اِلَى اللهِ تَعَالىَ وَهُوَ يَفِرّ مِنْهٌ
yaitu golongan manusia yang memiliki lisan tetapi tidak berhati. Mereka berbicara dengan manisnya hikmah namun tidak mengamalkannya. Bahkan mereka mengajak orang2 unt menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala Tetapi mereka sendiri malah menjauhkan diri dari-Nya. Kepada mereka Syaikh Abdul Qadir al-Jailani  mewanti-wanti kepada jangan sampai terbujuk keindahan rangkaian kata-katanya yg dapat membakarmu bahkan dapat pula kebusukan hatinya membunuhmu.

Glongan Manusia Ketiga,
رَجُلٌ لَهُ قَلْبٌ بِلَا لِسَانٍ وَهٌوَ مُؤْمِنٌ سَتَرَهُ اللهُ تَعَالَى عَنْ خَلْقِهِ وَبَصَرِهِ بِعُيُوْبِ نَفْسِهِ وِنَوَّرَ قَلْبَهُ وعَرَّفَهُ غَوَائِلَ مُخَالَطَةِ النَّاسِ وَشُؤْمِ الكَلاَمِ وَهُوَ وَلِيُّ اللهِ تعالى مَحْفُوْظٌ فى سِتْرِ الله تعالى

yaitu golongan manusia yang memiliki hati tetapi tidak berlisan, merekalah orang mukmin yang disembunyikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari orang lain, serta Allah jaga matanya dengan perasaan hina akan dirinya sendiri. Kepada hati kelompok inilah Allah memberikan cahaya, sehingga mereka mengerti dampak bergumul (terus menerus) dengan sesama manusia serta bahayanya banyak bicara. Mereka inilah kekasih (wali) Allah yg senantiasa disembunyikan Allah (dari khalayak ramai).

Glongan Manusia Keempat,
رَجُلٌ تَعَلَّمَ وَعَلَّمَ وَعَمِلَ بِعِلْمِهِ وَهُوَ الْعَالِمُ بِالله تعالى وايَاتِه اسْتَوْدَعَ اللهُ قَلْبَهُ غَرَائِبَ عِلْمِهِ وَشَرّحَ صَدْرَه لِقَبُوْلِ الْعُلُوْم
yaitu golongan manusia yg belajar dan mengajar dan beramal dengan ilmunya itulah orang-orang yg mengerti kebesaran Allah. Oleh karena itulah Allah menitipkan dalam hati mereka berbagai ilmu dan pengetahuan dan juga Allah lapangkan dadanya guna menerima titipan-titipan pengetahuan tersebut.
Maka kepada golongan manusia terakhir ini jangan sampai kita menjauhinya apalagi menentangnya. Bahkan kalau perlu sering-seringlah mendekatinya agar mendapatkan nasihat yg berguna.
Demikianlah empat macam golongan manusia hasil pengkelompokan Syiakh Abdul Qadir al-Jailani. Tentunya pengelompokan ini merupakan hasil penelitian yang cermat dengan berbagai pertimbangan dhahir dan bathin. Mengingat Syiakh Abdul Qadir al-Jailani sebagai seorang wali Allah, Sayyidul auliya yang mengetahui dengan persis karakter manusia-manusia yang dicintai maupun dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga bermanfaat
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ayokdicoba.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger