Headlines News :
Home » , » Museum Zoologi Wisata Edukasi Binatang di Kota Bogor

Museum Zoologi Wisata Edukasi Binatang di Kota Bogor

Written By Ayok dicoba on Saturday, November 12, 2016 | 10:53 PM


Museum Zoologi Bogor adalah obyek wisata edukasi di Kota Bogor yang terletak di sisi Kebun Raya Bogor. Wisata pendidikan ini memiliki koleksi binatang langka yang diawetkan dalam jumlah yang banyak.

Di Museum Zoologi Bogor kalian bisa menjumpai berbagai reptil, mamalia, burung, ikan, serangga dan macam-macam jenis hewan lainnya. Museum ini juga mengoleksi hewan-hewan yang sudah sangat sulit dijumpai du habitat aslinya.

Untuk memasuki museum ini kalian bisa masuk dari gerbang Kebun Raya Bogor, dan pada perempatan pertama kalian mengambil jalan yang ke arah kiri. Nanti kalian akan menemukan sebuah tanda arah ke museum beberapa puluh langkah kemudian.

Museum ini dibangun mengikuti ide yang berasal dari Dr. J.C. Koningsberger, seorang ahli botani berkebangsaan Belanda yang berkunjung ke Bogor pada bulan Agustus 1894. Museum yang diresmikan pada akhir Agustus 1901 ini dibangun di atas tanah seluas 1.500 m2, dan ketika itu diberi nama Landbouw Zoologisch Museum.

Pada tahun 1906 namanya berubah menjadi Zoologisch Museum, dan empat tahun kemudian berubah lagi menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium. Antara tahun 1945-1947 tempat itu dikenal dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Museum Zoologi Bogor hingga sekarang ini.
  
Di ruangan sebelahnya terdapat jejeren lemari pendek berkaca di bagian atasnya dimana disimpan berbagai jenis ular berbisa yang telah diawetkan. Diantara koleksinya adalah Ular Tikus (Elaphae radiata) yang panjangnya bisa mencapai 2 meter, Ular Gadung (Trimeresurus albolabris) yang bisanya meracuni syaraf, dan Ular Cabe (Maticora intestinalis).

Museum Zoologi Bogor juga mengoleksi berupa Beruang (Helarctos malayanus, Malay Bear) yang diawetkan yang biasa tinggal di hutan lebat mulai dari Burma Utara, Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Mereka sangat pandai memanjat pohon untuk memakan buah-buahan. Beruang juga makan tumbuhan hutan, madu, dan uret serangga yang didapatkannya dengan cara membelah kayu.

Di ruang terpisah ada rangka Anoa, Tapir, dan Harimau Sumatra. Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) hidup di Sulawesi namun sejak tahun 1960-an telah masuk dalam status terancam punah, dan diduga tinggal kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa diburu untuk diambil kulit, tanduk dan dagingnya.

Ada pula awetan Burung Kasuari (Casuarius spp.) di Museum Zoologi Bogor. Terdapat tiga jenis burung Kasuari di Indonesia, yaitu Casuarius benetti, C. unapenndicularis, dan C. casuarius (foto di atas). Burung ini hidup di Papua dan di bagian selatan Australia. Kasuari tidak bisa terbang karena bulunya memendek dan kuat seperti kawat logam.

Di Museum Zoologi Bogor pengunjung bisa melihat Landak (Porcupine, Hystric javanica), sejenis hewan pengerat yang dicirikan oleh rambut berdurinya yang runcing dan panjang, dan biasanya tinggal di dalam liang bawah tanah atau diantara bebatuan. Pada malam hari mereka mencari makan berupa umbi, akar, daun, kulit kayu dan biji buah yang jatuh.

Di Museum Zoologi juga terdapat Binatang langka yang disebut Trenggiling (Pangolin, Peusing, Manis javanica). Terkenal dengan kebiasaan menggulung dirinya, sebuah cara mempertahankan diri yang sangat ampuh ketika terancam. Ia hidup di kawasan Sunda Besar dan Filipina. Mulutnya tak bergigi dan berlidah panjang yang dipakai untuk menangkap serangga.

Ada pula kotak pamer berisi hewan primata Siamang yang telah diawetkan. Siamang jenis ini tampaknya masih bisa dilihat di Kebun Binatang Ragunan, di Jakarta Selatan. Ada pula Burung Elang (brahminy kite, Haliastur indus intermnedius) yang banyak ditemui di seluruh wilayah Kepulauan Indonesia. Mereka hidup di sepanjang pesisir pantai.


Kerangka asli ikan paus biru raksasa (Balaenoptera musculus) yang merupakan koleksi terbesar di Museum Zoologi Bogor. Ikan ini ditemukan terdampar mati di Pantai Pamengpeuk, Priangan Selatan, pada Desember 1916. Panjangnya 27,25 m, berat 119.000 kg. Kerangka saja beratnya 64.000 kg. Ikan paus biru merupakan binatang terbesar yang pernah hidup di bumi.

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ayokdicoba.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger