Headlines News :
Home » , » PANTAI NGLAMBOR

PANTAI NGLAMBOR

Written By Ayok dicoba on Monday, November 21, 2016 | 7:28 PM



PANTAI NGLAMBOR




Akuarium Semesta yang Dijaga Sepasang Kura-Kura Raksasa

Dasar laut Pantai Nglambor bagai akuarium semesta yang menyimpan sejuta pesona. Atas jasa sepasang "kura-kura raksasa" yang mampu menjinakkan garangnya ombak dari Samudera Hindia, panorama bawah laut di pesisir selatan ini pun bisa diselami keindahannya.

Pos retribusi Pantai
Rp. 5.000

Parkir Motor
Rp. 2.000

Parkir Mobil
Rp. 5.000

Jasa Ojek
Rp. 5.000

Sewa alat snorkel
Rp. 35.000 - Rp. 50.000

Buka setiap hari

Ganasnya ombak pantai-pantai di selatan Jogja sering kali membuat orang bergidik ngeri dan segan untuk mendekati. Ombak yang datang berkejaran dari arah lautan luas seolah berlomba menghalau agar kita tak mendekati airnya. Tak seperti pantai-pantai di sisi utara Jawa yang lebih ramah, tepian daratan yang langsung menyapa luasnya Samudera Hindia ini bukan tempat sesuai untuk menikmati asyiknya berenang di air asin atau serunya snorkeling menyaksikan keindahan panorama bawah laut bersama ikan-ikan kecil. Hingga kita terpaksa harus puas bermain air di pinggiran, di tempat buih-buih lautan mulai menghilang.

Pemandangan cantik yang tertutup ombak ini sangat dijaga oleh masyarakat sekitar Pantai Nglambor. Bahkan kawasan pantai ini merupakan daerah budidaya beberapa jenis ikan serta lokasi konservasi terumbu karang dan biota laut lainnya. Tradisi upacara sedekah laut Ngalangi pun juga dilakukan di pantai ini. "Ngalangi" dalam bahasa Jawa berarti menghalangi atau melarang. Masyarakat sekitar pantai Nglambor melarang siapapun untuk menangkap ikan di kawasan pantai kecuali sekali dalam setahun, di luar musim pemijahan ikan. Prosesi penangkapan ikan pun hanya bisa dilakukan dengan menggunakan gawar, semacam jaring dari akar pohon wawar yang dipancangkan dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat.


Seolah tak mau kalah, alam pun turut menjaga dan mempertahankan keelokan akuarium semesta ini dengan memerintahkan dua karang kura-kura raksasa untuk berpatroli menjaga pantai. Dengan gagah "Watu Kalong" dan "Watu Kuntul" menjinakkan ombak-ombak garang agar tak terlalu keras memukul bibir pantai. Keberadaan dua karang kura-kura raksasa inilah yang membuat terumbu karang Pantai Nglambor tidak rusak dihempas gelombang, sekaligus aman untuk snorkeling.

Sisa-sisa ombak pantai selatan yang telah dijinakkan memberikan sensasi tersendiri ketika snorkeling di Pantai Nglambor. Tak jarang ketika sudah bersusah payah berenang agak ke tengah, ombak menyeret kami hingga ke tepian lagi. Pantai Nglambor dengan seluruh penghuninya telah memanjakan mata dengan semua riasan alamnya nan mempesona. Sebagai penikmatnya tak ada salahnya kita ikut menjaga kelestariannya, bersama masyarakat sekitar meringankan tugas dua karang kura-kura raksasa.

Bebatuan karang di sisi selatan pantai nan teduh menjadi incaran untuk beristirahat, menikmati angin laut sambil mengeringkan pakaian. Ada juga sebuah sumber air tawar yang memancar dari celah batuan kecil-kecil. Fenomena air tawar yang muncul di Pantai Nglambor ternyata dikarenakan adanya lorong karst menyerupai pipa U yang berfungsi sebagai saluran air tanah, seperti yang dikatakan salah seorang peneliti karst ahli klimatologi dari LIPI.

Nah bagaimana dengan sobat? Tentu setelah membayangkan betapa serunya berwisata di Pantai Nglambor sobat jadi tertarik untuk berkunjung kan? Yok dicoba!
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ayokdicoba.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger