Headlines News :
Home » » Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih

Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih

Written By Ayok dicoba on Sunday, December 25, 2016 | 5:36 AM

Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih



Hai hai... Namaku Puput Nur Isnainiyah, lulusan Akuntansi dari SMK N 1 Kendal tahun 2016. Kali ini pengen berbagi ke sobat sekalian mengenai perjalananku menuju kampus ^_^ cek this out

Seperti layaknya siswa kelas 12 lain yang mulai pontang panting memikirkan jalan mana yang akan dipilih selanjutnya, apakah mencari universitas mana yang akan dituju untuk melanjutkan studi atau mencari tempt kerja, begitupun denganku. Sejak akhir kelas 11 aku mulai memikirkan akan kubawa kemana masa depanku.

Sejak awal masuk SMK aku sudah bertekad untuk langsung bekerja saja setelah lulus dari SMK, tidak ada niatan untuk berkuliah, sama sekali tidak ada niatan. Karena memang ekonomi keluarga yang ngga mendukung. Tapi seiring berjalannya waktu, setelah beberapa tahun di SMK N 1 Kendal Allah mempertemukanku dengan orang-orang hebat yang seakan memberi suntikan semangat untuk melanjutkan studi, mbak Raeni mahasiswi terbaik UNNES yang merupakan alumni dari SMK N 1 Kendal, mbak Osy (sekarang mahasiswi UGM jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan semester 3) yang menjadi rekan debatku dan rekan dalam hal memeperdebatkan sesuatu wkwk dan juga yang menjadi pelatihku di beberapa lomba, Bu Riniyati dan Bu Wuryanti guru akuntansi serta guru-guru lain di SMK ku yang selalu mendukungku untuk kuliah, dan masih banyak lagi orang orang hebat yang kutemui di SMK 1 Kendal. Tapi dukungan-dukungan itu justru semakin membuatku bimbang. Satu sisi aku masih mempunyai keinginan untuk melanjutkan studi, tapi disisi lain keluargaku seolah tidak memberi respon positif terhadap keinginanku itu.

Oiya, aku tinggal bersama budheku di Weleri (Kab. Kendal) sejak kecil. Ayah, ibu dan adik-adikku tinggal di Gringsing (Kab. Batang). Jadi aku punya 2 keluarga yang sama-sama memiliki hak atas diriku. Dan karena aku memiliki dua keluarga itulah yang sedikit membuatku kerepotan untuk menentukan langkahku saat itu.

Kembali ke masalah pilihanku 
Awal kelas 12, aku sedikit demi sedikit mengutarakan niatanku untuk kuliah ke ayah dan ibuku. Beliau tidak begitu merespon, biasanya ibuku hanya terdiam ketika aku mengungkapkan keinginanku. Berkali-kali aku mencoba ngobrol sama bapak dan ibuku tentang keinginanku hingga beliau memberi jawaban 'ya' tapi jawaban tersebut bukan berarti tanpa syarat. Bapak dan ibu membolehkanku kuliah asalkan dengan beasiswa. Dari situ aku mulai lega karena aku sudah mengantongi restu dari orangtuaku. Mulai bulan Desember 2015 aku sudah mulai mencicil belajar untuk SBMPTN, karena berdasarkan informasi yang kuterima dari kakak kelas kalo anak SMK itu peluang lolos SNMPTN sangat kecil, jadi yaa... Aku mulai nyiapin bekal buat SBMPTN. Aku pinjem buku dari mbak Osy dan Mbak Okta. Lumayanlah, aku dapet buku setumpuk, dari kumpulan soal SBMPTN dari tahun 2000'an sampe 2015. Di jam kosong biasanya aku pelajari buku-buku itu. Yang terlintas dibenakku saat itu adalah aku pengen kuliah di UGM, yaa UGM. Beberapa guruku menyarankanku ke STAn tapi entah kenapa aku tidak begitu tertarik kesana. Sudah kuperhitungkan kalau mungkin biaya hidup disana mahal, terlalu jauh juga. Patokan awalku adalah UGM waktu itu. Akupun berinisiatif buat cari info seputar masuk UGM, alhamdulillah mbak Osy dan mbak Okta juga mahasiswi UGM 2015 jadi aku bisa mengorek banyak info dari mereka. Usut punya usut, masuk Akuntansi UGM itu nggak mudah meeeeeen :'D mulailah semangatku buat masuk UGM mengendor, Tapi aku tetep nyicil belajar buat SBMPTN waktu itu. Stelah aku mencari info lagi, lolos SBMPTN tanpa bimbel itu susahnya warrbyazah :'D makin kendor lagi semangatku. Sedangkan aku, apalah dayaku hanya anak SMK yang nggak ngerti mata pelajaran geografi, sosiologi, dan kawan-kawannya itu. Dan juga ngga bakalan aku ikut bimbel bimbelan gitu.  Akupun memikirkan univ lain dan kukesampingkan UGM. Akupun tidak optimis bisa lolos UGM meskipun lewat jalur SBMPTN, UTUL dll karena aku hanya belajar autodidak.

Aku terus muter otak, gimana caranya aku harus bisa kuliah dan itu gratis. Aku nyari info di internet lah, nanya guru lah, dan lain lain. Seketika terbesit UNNES di fikiranku. 'Bagaimana mungkin aku lupa sama univ yang sudah 3 kali aku kunjungi saat smk itu wkwk'. Oiya, waktu kelas 11 aku 3 kali ke UNNES untuk ikut lomba.

Ditengah kebimbanganku memilih kampus tujuan, aku juga masih punya kendala untuk meyakinkan budheku. Budhe terus saja mendesakku untuk bekerja, pokoknya harus kerja. Aku sangat bingung waktu itu, ketika aku sudah mengantongi restu bapak ibuku tapi budheku belum memberiku ijin, pilihan yang berat tentunya untuk mengambil keputusan untuk lanjut atau tidak. Tapi entah kenapa di hatiku masih sangat kuat keinginanku untuk kuliah. 

Diam-diam tanpa sepengetahuan budhe, aku ikut try out SBMPTN dari UGM, dan hasilnyaaa..... aku peringkat 8 dari 400'an peserta wkwk seperti tersambar petir rasanya. Aku juga ikut Try Out semacam itu yang diadakan UNDIP dan alhamdulillah lagi-lagi bejo bersamaku dan aku mendapat peringkat 11 dari 300'an peserta. Padahal awalnya aku hanya bermodal belajar autodidak, sedangkan kompetitorku adalah anak SMA yang juga ikut bimbel dan pelajaran IPS adalah makanan sehari hari mereka. Aku mengikuti try out itu tanpa sepengetahuan budhe ku, jelas saja kalo budhe tau pasti aku ngga diijinin.

Hari demi hari berlalu, dan semakin mendekati waktu pendaftaran kuliah, kuputuskan Akuntansi  UNNES sebagai pilihan. Kenapa UNNES? karena peluang beasiswa bidikmisi disana terbuka lebar, itulah alasan utamaku. Tapi aku juga mencari kampus lain sebagai cadangan kalau-kalau UNNES menolakku. Waktu itu aku nyoba daftar ke POLINES jurusan D4 Komputerisasi Akuntansi lewat jalur SPI (Seleksi Potensi Akademik) dan alhamdulillah aku dinyatakan diterima di POLINES, tapi aku tidak mengambil kesempatan itu karena pikirku biaya hidup di daerah tembalang mahal. Tibalah waktu pendaftaran SNMPTN, aku memutuskan untuk memilih akuntansi UNNES sebagai pilihan pertama, pendidikan akuntansi UNNES pilihan kedua, dan pilihan ketigaku adalah Akuntansi UNY. Aku benar-benar harus mengubur keinginanku kuliah di UGM.

Selang beberapa minggu, pendaftaran PMDKPN dibuka, lagi-lagi aku mencoba menggunakan kesempatan untuk daftar di POLINES lewat jalur ini, sampai ada temenku yang bilang 'Put put, kamu udah sok-sokan nolak polines, tapi ujung ujungnya masih daftar lagi.' Agak aneh memang pilihanku ini. Kali ini keputusanku untuk daftar polines lagi adalah untuk berjaga-jaga kalau aku tidak lolos SNMPTN, Pikirku kan rentang waktu pengumuman SNMPTN dan PMDKPN deket tuh, nah jadi semisal aku lolos dua-duanya kan syukur, kalo lolos salah satu ya alhamdulillah, tapi kalo nggak ada yang lolos aku masih bisa siapin mental buat SBMPTN ^_^ Tapi saat itu aku ngerasa nggak siap buat ikut SBMPTN walaupun aku mulai belajar dari bulan desember 2016 sampai sebelum UN, bahkan sampai menjelang pengumuman SNMPTN pun aku masih belajar buat jaga-jaga kalo kemungkinan terburuk menimpaku.

Aku daftar ini itu, macem-macem, ini tanpa sepengetahuan budheku lhooo wkwk pikirku yasudahlah yang penting aku berjuang biar bisa lolos dulu, ntar juga kalo udah ketrima budhe nggak bakal tega minta aku buat lepasin kesempatan hehehe...

Tibalah waktu pengumuman SNMPTN, waktu itu kelas 12 udah libur pasca UN, Aku ke sekolah sama sahabatku Asrinah biar bisa liat pengumuman bareng, jreng jreng jreng.... Alhamdulillah aku LOLOS. Akuntansi UNNES.
Selang beberapa minggu pengumuman PMDKPN pun tiba, dan aku juga dinyatakan diterima di POLINES. Sungguh kebahagiaan luar biasa yang kurasakan.

eh.... tapi perjuangan ini belum berakhir, aku masih harus lolos bidikmisi dulu, karena kalo aku ngga dapet bidikmisi sudah dipastikan aku nggak lanjut. Aku lengkapi dasboard pengisian data bidikmisi, aku pake kamera hp jadulku buat foto keadaan rumah. Jadi yaa gitu, suraaaam gambarnya wkwk

Dan tibalah waktu survey, ada mas mas dateng ke rumah ortu di Gringsing, dan posisiku saat itu masih tinggal di rumah budhe ku tentunya. Sempet ada kendala, gara gara ibuku salah ngasih surat pajak tanah. Aku takut banget kalo dikira aku ngisi data ngga sesuai kondisi nyatanya. Ibuku sampe nggak nafsu makan selama 3 hari karena ngerasa bersalah udah salah ngasih surat pajak. Ibuku bilang 'Kalo sampe kamu nggak lolos cuma gara-gara ibu salah ngasih surat pajak, ibuk bakal ngerasa bersalah banget. Ibuk nggak tega liat usahamu' ibuku ngomong dalam bahsa jawa yaa, dan kurang lebih terjemahnya kayak gitu  :D
Aku pun cuma bisa pasrah sambil terus berdoa. Tiba waktu pengumuman bidikmisi, mungkin ini memang jalanku, memang rejekiku, aku lolos seleksi bidikmisi. 
 Setelah aku lolos semua seleksi, aku memberi tahu budhe ku, daaaaan, beliaupun akhirnya mengalah dan mengijinkanku, sesuai dugaanku wkwk 


Dan akhirnya aku menjadi mahasiswi UNNES 2016





Allah memang benar-benar memberi yang hambanya butuhkan, memberi yang hambanya usahakan.
So buat kawan-kawan yang punya keingingan kuliah dan ngerasa bahwa ekonomi adalah kendala utama, yukkk kesampingkan itu semua. Karena rejeki sudah ada yang mengatur tinggal bagaimana caranya kita meraihnya. Banyak jalan kok biar bisa kuliah, asalkan kita mau mengusahakannya, Inshaa Allah niatan baik kita akan Allah ijabah. Oiya selain usaha, juga harus diimbangi ibadah sholat tahajjud, dhuha, puasa senin-kamis misalnya, tapi itu bukan hanya di waktu-waktu kepepet dan waktu ngerasa butuh Allah aja yaa -_-

Sekian dulu ceritaku, semoga bermanfaat... SEMANGAT!!! Ini ceritaku, mana ceritamu????




# Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih
# Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih
# Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih
# Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih
# Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih
# Raihlah Apa yang Seharusnya Kau Raih    
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ayokdicoba.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger